Tips Blogger (*netter) Terhindar Jerat UU ITE

Tips Blogger Terhindar Jerat UU ITE
Selasa, 26 Mei 2009 – 10:25 wib

From : http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/26/55/223080/tips-blogger-terhindar-jerat-uu-ite

Susetyo Dwi Prihadi – Okezone

JAKARTA – Judical review komunitas blogger terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya pasal 27 ayat 3, memang sudah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Dan ini berarti, blogger harus pintar-pintar agar tidak terjerat pasal yang diklaim pasal karet ini.

Ada beberapa saran dari tim advokasi blogger, yang mungkin bisa diikuti, agar tidak tersandung masalah tersebut. Hal pertama adalah, menulis dengan tidak sekadar mencari perhatian.

“Terkadang para blogger sengaja menulis sesuatu secara berlebihan agar pembacanya naik, tanpa memikirkan efek yang dihasilkannya nanti,” ungkap Ari Juliana Gema, salah satu tim advokasi blogger, saat acara diskusi blogger menyikapi UU ITE, di Jakarta, Senin (25/5/2009) malam.

Hal ini sangat tidak disarankan oleh tim advokasi agar para blogger dapat terhindar dari pasal karet yang sekarang diperdebatkan.

“Kedua, fokus pada masalah. Artinya, tulisan yang ingin mengkritisi sesuatu sebaiknya tepat pada satu masalah, tidak menyebar atau melenceng dengan embel-embel tertentu,” ujar Ari.

Sedangkan saran berikutnya, lanjut Ari, semua tulisan harus didukung dengan data dan fakta. Meski blog merupakan tulisan pribadi, alangkah baiknya jika disertai dengan data dan fakta, sehingga jika sewaktu-waktu tersandung masalah, maka ada bukti-bukti yang bisa menunjang pembelaan.

Jangan sungkan-sungkan meminta maaf, menjadi saran keempat yang diberikan oleh tim advokasi blogger. Pasalnya, setiap ada Freedom Speech maka akan ada Fredom Respond juga.

Yang terakhir adalah memberikan solusi. Ini menjadi suatu hal yang sangat penting, karena blogger harus bisa memberikan jalan keluar dari masalah yang sedang dikritisinya.

“Semua itu menjadi saran agar blogger bisa aman dari jeratan pasal ini. Kita harus mengantisipasi karena langkah pidana untuk internet baru terjadi di Indonesia. Bahkan di Belanda atau Singapura pun tidak ada,” tandas Ari. (srn)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2 other followers