How To Free Yourself From Stress ?

BEBAS STRESS, BEBAS PENGENDALIAN DIRI

Oleh: Sudrijanta Johanes, S.J.

Stress merupakan salah satu factor yang banyak menyebabkan tubuh sakit dan tubuh yang sakit bisa menyebabkan stress. Marilah kita bertanya bersama-sama, bisakah kita hidup sehat dan utuh setiap hari? Bisakah kita menghadapi stress-stress kita dan mengakhirinya setiap hari tanpa proses pergulatan panjang melalui pengendalian diri? Bisakah kita hidup sehat dan utuh setiap hari tanpa stress dan pengendalian diri?

Stress adalah reaksi syaraf terhadap suatu perkara atau tantangan. Kalau kita menghadapi suatu perkara atau tantangan dengan sikap menolak atau melawan, maka kita akan mudah stress. Tubuh dan batin menjadi tegang. Hormon-hormon stress, seperti adrenalin dan kortisol, menjadi meningkat dan bisa mempengaruhi suasana hati, merusak hubungan pribadi, menciptakan problem kesehatan, menurunkan tingkat produktivitas kerja, dan mempengaruhi kualitas kita menjalani hidup.

Meskipun menderita stress, belum tentu orang insyaf bahwa dirinya sedang stress. Orang bisa merasa baik-baik saja, meskipun stress sudah mencapai tingkat yang akut. Itu seringkali terjadi ketika orang terobsesi oleh sukses atau oleh tujuan tertentu yang membuat orang tidak menyadari keadaannya sekarang. Konsentrasi orang tertuju jauh ke depan, yaitu tujuan atau sukses yang diidam-idamkan, dan orang lupa pada moment sekarang. Semakin besar ambisi akan sukses, semakin kuat tujuan dikejar, dan semakin jauh tujuan atau sukses itu tidak bisa dicapai, maka semakin besar stress mendera.

Pada tingkatan tertentu, stress dianggap berguna karena memberi energy yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Stress dianggap wajar kalau orang ingin mendapatkan apa yang ingin dicapai. Dalam kenyataan, energy yang muncul dari stress justru membahayakan tujuan yang sesungguhnya ingin dicapai. Kalau Anda menolak atau melawan dengan tujuan supaya bebas dari belenggu batin, maka Anda tidak akan pernah mencapai tujuan. Apa saja yang Anda tolak atau lawan, justru akan tetap ada dan mengganggu Anda. Kalau Anda berambisi untuk mencapai sukses supaya Anda bahagia, maka kebahagiaan tidak akan pernah Anda dapatkan karena kebahagiaan yang sesungguhnya tidak berada di masa depan ketika sukses tercapai lewat pergulatan, tetapi sudah ada pada moment sekarang. Dengan demikian, stress justru menjauhkan dari tujuan yang sesungguhnya ingin dicapai.

Stress perlu kita kenali saat kemuncullanya sebelum berkembang menjadi besar dan menguasai diri kita. Gejala-gejala berikut ini bisa merupakan manifestasi dari stress.

• Gejala kognitif: mudah lupa atau daya ingat menurun, daya konsentrasi berkurang, daya penalaran terganggu, cenderung melihat sisi negative, sering ngalamun atau pikiran kosong.

• Gejala emosi: suasana hati atau perasaan mudah berubah-ubah, mudah tersinggung atau marah, cepat tegang atau tidak relaks, cenderung menguasai, merasa kesepian atau terasing, merasa tidak bahagia, merasa cemas dan gelisah.

• Gejala fisik: sakit di bagian tertentu seperti sakit kepala, terasa melayang-layang, sakit pada lambung, sakit pada leher, sakit pada dada, jantung berdetak kencang, diare, loyo atau kehilangan gairah.

• Gejala perilaku: makan terlalu banyak atau terlalu sedikit; tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit; menggunakan alcohol, rokok, atau narkoba untuk relaksasi; perilaku cemas, misalnya menggigit kuku, jalan mondar-mandir tampak bingung; menarik diri dari pergaulan; lupa tanggung-jawab atau terlalu obsesif pada tanggung-jawab.

Masalah-masalah di luar batin bukanlah akar penyebab stress, tetapi bisa memicu munculnya stress. Faktor-faktor eksternal itu sendiri beragam. Misalnya: perubahan siklus hidup seperti dari usia anak-anak ke usia remaja, dari usia produktif ke usia pensiun; masalah di tempat kerja, kesulitan dalam relasi pribadi, masalah financial, terlalu sibuk, masalah dalam rumah tangga, masalah di lingkungan masyarakat, kemacetan lalu lintas.

Batin belum akan bebas dari stress hanya dengan menjauhkan faktor-faktor pemicunya tanpa menyelesaikan akarnya. Akar penyebab stress tidak lain adalah pola batin yang menolak atau melawan apa yang tidak disukai, ambisi mengejar hasil atau sukses, kaku atau tidak lentur terhadap gerak perubahan, pola batin yang memupuk harapan, gerak batin yang menjauh dari “apa adanya” dan mengejar “apa yang seharunya”.

Ada banyak masalah kesehatan yang disebabkan stress, misalnya, rasa sakit di bagian-bagian tubuh, sakit jantung, masalah pencernaan, insomnia, obesitas, perubahan warna kulit, berbagai penyakit karena kurangnya kekebalan tubuh.

Ada banyak cara atau teknik untuk meredakan stress. Misalnya: mengunjungi atau berhubungan dengan teman atau keluarga yang hangat; mengembangkan sikap dan pandangan yang benar dalam menghadapi tantangan; memiliki sense of humor, tidak kaku terhadap perubahan; memiliki hidup spiritual yang sehat; rutin olah raga, melakukan aktivitas fisik, relaksasi, mempraktikkan meditasi ketenangan atau penyembuhan, mempraktikkan yoga atau tai chi; memiliki kemampuan mengontrol emosi.

Berbagai teknik di atas bisa meredakan atau mengurangi stress, tetapi tidak cukup membuat kita sungguh-sungguh bebas dari stress. Periksalah batin Anda. Saat stress menyerang, apakah Anda tidak cepat mengenali dan butuh waktu lama untuk bebas darinya lewat berbagai daya upaya? Apakah Anda dengan mudah dibelenggu kebencian atau kemarahan dan lama dalam melepaskan? Apakah Anda amat tergantung orang lain, seperti teman atau keluarga, untuk membuat Anda merasa tenang di saat-saat sulit? Apakah Anda sering terganggu atau tergoncang batinnya terhadap hal-hal yang tidak Anda suka? Apakah Anda sering tidak bersemangat (loyo, lumpuh), agresif (marah), atau menarik diri (isolative) ketika datang masalah? Apakah Anda memiliki masalah emosi atau masalah pribadi dan Anda tidak melihat perubahan yang signifikan lewat upaya pengendalian emosi atau pengendalian diri?

Kalau jawaban Anda “ya”, maka teknik-teknik yang Anda praktikkan tidak membuat Anda sungguh bebas dari stress. Pengendalian emosi atau pengendalian diri tidak membuat kita bebas stress. Mengapa demikian? Adakah pendekatan lain yang mampu membuat kita sungguh-sungguh bebas stress?

Pengendalian emosi atau pengendalian diri sesungguhnya adalah pembuangan energi. Ini terjadi karena ada jarak antara apa yang dikendalikan dengan si pengendali, apa yang dikontrol dengan si pengontrol. Ketika terjadi jarak antara si pengendali dan apa yang dikendalikan, maka terjadi konflik atau pergulatan dan konflik ini membuang-buang energy.

Si pengendali sesungguhnya tidak berbeda dari apa yang dikendalikan. Keduanya tidak berbeda. Bisakah melihat dengan kesadaran tanpa si pengontrol atau si pengendali? Bisakah menyadari proses batin yang mengendalikan diri tanpa si pengendali? Bila tidak ada pemisahan antara si pengendali dan apa yang dikendalikan, maka tidak ada friksi. Ketika tidak ada friksi, maka juga tidak ada pembuangan energi. Ketika tidak ada pembuangan energi, maka stress atau emosi tidak lagi mengganggu Anda.

Biarkan emosi mekar, meledak, dan berhenti secara alamiah, tanpa dikurangi atau ditambah. Mekarnya emosi adalah pengakhiran emosi. Mekarnya stress adalah berakhirnya stress. Selama batin diam, tidak mengontrol, tidak mengendalikan, maka emosi atau stress yang disadari dalam kejernihan tidak lagi memiliki energi untuk membesar, bahkan berhenti bergerak atau menurun intensitasnya, dan lenyap begitu cepat.

Ada pengendalian diri dan ada penyadaran diri. Pengendalian diri bekerja kalau tidak ada kesadaran diri. Kalau ada kesadaran diri, pengendalian diri tidak ada. Bisakah kita menjalani kehidupan sehari-hari tanpa pengendalian diri, yang berati hidup sadar-diri setiap hari? Bisakah stress dan penderitaan berakhir setiap hari tanpa pengendalian diri?*

Mengapa…?? Mengapa…??

TO ALL LONELYNESS SOUL OUT THERE…

MENGAPA …?? MENGAPA…??
——————————-
Pernahkah terfikirkan oleh mu mengapa segalanya berubah?
Mengapa segalanya menjadi lebih menyesakkan dibandingkan sebelumnya…

Mengapa semua cerita indah dan harapan akan kebahagiaan itu kini hanya sekedar sebuah kenangan belaka..
Mengapa semua rasa cinta, simpati, kepeduliaan, perhatian serta pengorbanan itu kini berbalik menjadi
kebencian, kejenuhan, kejengkelan dan keputus-asaan…

Seseorang mengeluhkan mengapa sabahat terbaiknya mampu berkhianat padanya..?
Mengapa uang, wanita dan kekuasaan sering menjadi akar masalahnya..?
Mengapa itu terjadi disaat ia mempercayainya sepenuh hati..?

“Apakah tidak cukup pengorbananku untuknya..?”
“Apakah tidak cukup waktu yang kusediakan untuk mendengarkan semua keluh kesahnya..?”
“Apakah tidak cukup semua perhatian dan waktu yang kusediakan untuknya setiap saat ia membutuhkanku..?
“Apakah tidak cukup aku membelanya dari serangan orang-orang yang hendak menghancurkan dirinya..?
Mengapa…??…Mengapa…??

Seorang istri mengeluhkan mengapa kini suaminya tidak memperhatikannya lagi,
Mengapa waktunya hanya dihabiskan diluar sana bersama teman-temannya..
Mengapa Ibunya selalu mendapat perhatian lebih..
Mengapa hanya saudara-saudaranya yang selalu dibela…
dan mengapa tiada lagi kelembutan serta kata pujian dan ucapan cinta mengalir
dari sela bibirnya seperti dahulu..?

“Apakah aku sudah tidak menarik lagi..?”
“Apakah dia sudah bosan kepadaku..?
“Apakah ada wanita lain..?”
“Pasti ia dipengatuhi keluarganya, pasti ia sudah tak mencintaiku lagi…”
“Ataukah mungkin aku salah memilihnya…benarkah ia Jodohku ?
Mengapa ..??…Mengapa…??

Seorang suami mengeluhkan mengapa kini istrinya tidak lagi semanis dan sesabar dahulu..
Mengapa sebuah pelukan dan ciuman hangat amat mahal harganya..
Mengapa kurangnya sumber pencaharian bisa menjadi petaka..
Mengapa sedikit perubahan selalu berbuah makian..
Mengapa segalanya menjadi tidak cukup pada akhirnya..

“Kemana rasa hormatnya pada diriku..?”
“Akulah yang seharusnya mengatur dan memberikan perintah..?”
“Apakah ada pria lain..?”
“Pasti ia dipengatuhi keluarganya, pasti ia sudah tak mencintaiku lagi…”
“Ataukah mungkin aku salah memilihnya…benarkah ia Jodohku ?
Mengapa..??…Mengapa..??

Seorang anak mengeluhkan mengapa ia terlahir dari rahim orangtua yang
nasibnya “berbeda” seperti rekan-rekannya..
Mengapa orang tua selalu benar..
Mengapa pendidikan harus selalu menjadi yang utama..
Mengapa nilai kebenaran hanya melalui kacamata mereka..

“Tidak bolehkah aku menyatakan penolakan tanpa harus mendapatkan hinaan dan bentakan..?”
“Sampai kapankah aku boleh menentukan apa yang terbaik untuk diriku..?”
“Apakah memang ruang kritik untuk mereka selalu diharamkan..?”
“Benarkah Neraka adalah hasil akhir hidupku..hanya karena tidak menuruti mereka..?

Wahai sahabatku, Inilah wajah kehidupan…

Seorang Pimpinan mengeluhkan bawahannya..
Seorang pegawai meninggalkan atasannya..
Seorang Pengusaha mengeluhkan Kerugiannya..
Seorang pasien mengeluhkan penyakitnya..

Bahkan..

Seorang manusia…mengeluhkan seluruh isi hidupnya..

Dan begitulah selanjutnya cerita ini dihidangkan dalam nampan sejarah..
Berulang kali..dalam milyaran tahun cahaya…
Dalam bentangan memori akashya..

Maka Sahabatku,

Tiada jawaban yang bisa kuberikan padamu..
Tiada obat penawar bagi luka batinmu..
Tiada janji yang bisa kupenuhi untuk memuaskanmu..

karena…

Tiada yang dapat kau lakukan untuk mereka..
sebagaimana mereka juga terikat dalam belenggunya sendiri..
Kini hanya dirimu dan kehampaan serta ketidakpastian..
Merekalah sahabat dan kekasih sejatimu..

Bicaralah padanya….dan perhatikan…
Ia akan mendengarkan semua keluh kesahmu..semua kegundahanmu..
Tak akan ada jawaban yang terlalu menyakitkan untuk kau dengar..

Mengadulah padanya…dan perhatikan..
Ia akan membelaimu dengan kesabarannya..
Selimut ketenangan akan menyapa kedalaman nuranimu..

Lalu mintalah padanya…dan perhatikan..
Ia akan kirimkan kembali berjuta beban dan hantaman yang lebih dahsyat dalam hidupmu..
Beribu halilintar serta badai hebat akan datang kembali di keseharianmu..

Mengapa..?? Mengapa..??

Karena sejatinya tiada yang berubah..
Tiada yang menjadi lebih berat..
Tiada beban yang perlu diangkat..

Semua telah tepat berada pada tempatnya..
Dalam orbit yang sangat sempurna..
Gumpalan jelaga dalam dirilah yang melemahkanmu..

“Aku tak tahu..
Apakah dengan merubah sikap, maka penghormatan akan diberikan..”

“Aku tak tahu..
Apakah dengan bersabar, maka kesulitan pasti sirna..”

“Aku tak tahu…
Apakah dengan jujur, maka kemudahan akan datang..”

“Aku tak tahu…aku tak tahu…Aku tak tahuuuu..”

“TOLOOOOOONG…..SELAMATKAN AKU…..!!!”

Sahabatku…

Kini izinkanlah Badai dan guntur itu datang menghantammu..
Biarkan segala penat dan virus itu menggerogotimu..
Terimalah semua jendela hinaan dan kegelapan…
Dan hancurkanlah setiap keping dirimu yang paling berharga..

Tiada satu pun yang pasti..
Tiada satu pun yang tetap..
Tiada satu pun yang menjamin..

Oleh karena itu..
Bersiaplah untuk mengarungi Samudera luas tiada berbatas..
Disanalah tempat bersemayam bagi semua jiwa yang tenang…
Jiwa yang merindukan keasliannya…kemurniannya…

Halangilah segala cahaya yang akan melalui kedua kelopak duniamu..
Hentikanlah semua kata-kata yang hendak melalui gerbang hatimu..
Tolaklah semua bisikan yang akan merusak pendengaranmu..
Tutuplah semua pintu bagi aroma busuk kehidupan yang akan melenakanmu..
Dan hentikan semua fikirmu…
Serta lupakan segala pertanyaanmu..

Kita adalah bagian dariNya..
Dia adalah segalanya…

Dalam kebutaan, kehampaan dan ketidakpastian kan kautemukan seberkas cahaya..
Cahaya yang menyelimuti segalanya..
Disanalah tempatmu berada..
Bebas dari perbudakan dirimu..

Sahabatku..

BIARKAN SEGALANYA BERAKHIR MALAM INI !!!

TmDapra..
Oct 2010

PS : salutetotheoldsoulwhomademedaretowritethis…

Pelatihan Beads Jewelries (Public Workshop) – JAKARTA !

APAKAH ANDA ?  :

  • Seorang Pecinta dunia seni “Hand-Crafted Jewelries”..(BEADS LOVERS..)

  • Ingin mengembangkan keterampilan tersebut dengan Technique yang Professional…?

  • Serta ingin menekuninya sebagai suatu bisnis tersendiri…

Daftarkan diri anda dan ikutilah Workshop ini  (PESERTA TERBATAS ) :

DOWNLOAD BROSUR : brosur_beads (Klik Disini)

BEADS FROM YOUR SOUL…!

Quantum Class – Pelatihan Perhiasan Manik-manik Profesional…

  • Hari/Tanggal : Sabtu 10 April 2010
  • Waktu              : Pkl 08.30-15.00
  • Lokasi  : Beadslovers, Jl. Rajasa II No. 17, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

YANG AKAN ANDA DAPATKAN :


  1. 4 (Four) Hours Of Professional Beads Jewelries Techniques (Netch Stich, Herringbone, Simple Cabochon)
  2. 1 (One) Hours of Motivational Speech “How To Start your Own Beads-Business From Home !”
  3. Free Material
  4. Training Modules
  5. Lunch Box.
  6. Free Display of your product at http://www.myfilia.com.
  7. Free 3 Months Online-Business Consultation with Unschooled Learning’s (U-Learning) Facilitators.
  8. Join with U-Learning & Beads Lovers Community.
  9. Up To Date Information about Beads World, Event or Gathering.
  10. Free Video and several E-books about Beads Jewelries.
  11. Discount Special untuk  setiap event U-Learning dan Beads Lovers berikutnya

PENGAJAR BEADS JEWELRY :

1.Hj. RA. Evita Isretno, SH, MH

2.Hj. Ine Tamzil, SH

3.Drg. Rina Gustari

4.Jusmarni

GUEST SPEAKERS :

Jhody A.Prabawa

Seorang Master Trainer, Praktisi bisnis, Konsultan dan Professional Multi disiplin,

Saat ini masih menjabat sebagai Sales & Marketing Director sebuah Perusahaan Swasta-International di Jakarta.

Amelia Angelica Prabawa

Pernah menjabat sebagai Quality Control Manager – DHL Indonesia.

Saat ini aktif sebagai Ibu Rumah Tangga dan juga Owner dari MyFilia – Sebuah Web Online Store yang di dedikasikan khusus untuk produk-produk “Hand-Crafted”.

INVESTASI :

All You can get with only small Investment amount of :

Rp.400.000,- / Person

BONUS :

Referral commission sebesar 5 % untuk  setiap pendaftar yang melalui referensi anda !

DOWNLOAD BROSUR : brosur_beads (Klik Disini)

PENDAFTARAN :

Kirimkan Data diri berupa :

  1. Nama lengkap              :
  2. Panggilan                     :
  3. Tempat/Tgl Lahir         :
  4. Telp (Lokal)                 :
  5. Telp (Mobile/HP)         :
  6. Alamat tinggal              :
  7. Pekerjaan                     :
  8. Email                           :
  9. Facebook                     :

10.  Event U-Learning yang pernah diikuti             :

11.  Referensi dari              :

Dikirimkan ke :

1.Email : u.learning@yahoo.co.id

2.Phone :  081808862171 (XL) / 088210955185 (SMART) / 085882486678

PEMBAYARAN :

Rekening BCA Cab KCP-Monginsidi

A/n Muhammad Prabowo

No.REK: 210-11-399-07

Maafkanlah Cinta..

Maafkanlah Cinta…

Kita telah begitu sibuk membangun hubungan dengan orang lain namun luput untuk membina hubungan kedalam diri sendiri. Kemudian kitapun bertanya-tanya mengapa hubungan antar orang yang jelas-jelas saling mencintai pun berujung pada kisah tragis yang serupa, dan berulang. Padahal kita sudah sangat sibuk dengan pelbagai pelajaran tentang bagaimana membina hubungan dengan orang lain, sampai-sampai kita kehilangan waktu untuk belajar tentang diri sendiri.

Mari kita akui dengan jujur bahwa kita mungkin belum memberikan cukup waktu bagi diri ini untuk belajar mengamati keseharian diri kita sendiri. Bahkan dalam setiap konflik yang hadirpun kita mengalami kesulitan baru lagi yaitu bagaimana memaafkan orang lain. Mungkin kitapun masih harus terlebih dahulu menuntaskan pelajaran memaafkan diri sendiri, suatu pelajaran yang juga jarang disentuh, yang merupakan akar dari pelajaran mencintai diri sendiri sebagai bentuk kebersyukuran atas anugerah hidup yang telah disematkan ke dalam jasmani kita dan bersemayam di hati.

Kita tidak akan memberikan sepotong apel pada bayi berusia 6 bulan, sekalipun dengan niat untuk menambah asupan vitamin yang memang penting baginya. Ini dikarenakan segalanya ada prosesnya tersendiri. Oleh karena itu, bagaimana kita akan bisa menjalin hubungan baik dengan orang lain jika kita acapkali lengah dalam membina keterhubungan dengan diri kita sendiri. Mulailah dengan menerima diri kita sendiri apa adanya sebelum habis-habisan berjuang untuk menerima orang lain sebagaimana mereka adanya. Untuk itu, marilah kita maafkan diri kita sendiri atas adanya kita seperti ini.

Berdamailah, dan jadilah tokoh utama bagi hidup kita sendiri. Berhentilah menjalani kehidupan orang lain dan berbedalah.
Dalam perjalanan ini, akan kita temui jiwa-jiwa yang datang dan pergi. Cinta yang bersemi lalu mati. Kebencian yang tumbuh jadi kasih. Kebersamaan dan perpisahan yang silih-berganti. Api kemarahan yang padam sendiri. Lalu akan ada pula yang mendiktekan pada kita bagaimana seharusnya hidup ini kita jalani tanpa kita minta. Dan seluruh pola hidup kita pun mulai kehilangan warna-warninya. Sebab untuk memiliki warna berbeda bisa terkena dosa sosial yang alergi pada perbedaan. Menjadi berbeda tidak otomatis merusak tatanan yang telah ada karena perbedaan dan keragaman itu sendiri adalah realitas penciptaan semesta oleh Yang Maha Kaya.

Aku adalah Kekayaan-Nya. Aku pun adalah tanda Keberadaan-Nya. Dan aku juga bagian dari Kebesaran-Nya. Kemampuanku untuk memilih “Jalanku Sendiri” adalah bukti Keagungan-Nya. Maka, perbedaan antara engkau dan aku adalah wujud nyata Kesempurnaan-Nya yang meliputi segala sesuatu. Kini, engkau dan aku adalah Satu, lantas apakah itu artinya kita masih berbeda? Sesungguhnya yang satu maujud kedalam yang banyak dan yang banyak adalah tetap yang satu.

Maafkanlah segala rasa cinta yang tidak pada saat dan tempatnya, karena cinta melampaui ruang dan waktu. Maafkanlah semua rasa cinta yang merusak asa, sebab cinta mampu melahirkan asa baru. Dan maafkanlah seluruh rasa cinta yang mengusik tidurnya jiwa, itu semua semata-mata untuk menggugah rasa. Karena cinta, mungkin kita akan terbakar, tapi tidak di neraka, sebab cinta datang dari surga. Semoga kita akan tetap bisa terus mencinta sebagaimana adanya…

“NeoSentra”
Posted in Akashic Records

Kajian Ilmiah (ini serius lho..)

Just info.. Ini ilmiah.

1. Studi-studi menunjukkan bahwa ketika wanita bercinta, mereka memproduksi hormon estrogen dua kali lipat, yg membuat rambut mereka berkilau dan kulit mereka lebih halus (tak perlu sunsilk!)

2. Hubungan intim yg lembut dan rileks mengurangi resiko terkena dermatitis, mengurangi jerawat dan membuat kulit bercahaya (tak perlu extraderm!)

3. Seks juga membakar kalori yg telah disantap sebelumnya, misalnya dalam acara makan malam yg romantis (tak perlu impression!)

4. Seks merupakan olahraga yg paling aman, karena meregangkan dan menggerakkan seluruh otot-otot tubuh. Dan tentu saja, jauh lebih asyik, ketimbang berenang 20 kali bolak-balik! (tak perlu ke senayan!)

5. Frustasi atau depresi ringan? Para ahli mengatakan bahwa seks adalah ‘obat’ instant untuk menyembuhkan kedua hal itu. Sebab, seks membuat tubuh melepas endorfin ke dalam aliran darah, yg kemudian memproduksi rasa eforia. Hasilnya, anda merasa diri anda menjadi lebih komplit (tak perlu beli BMW!)

6. Lebih banyak seks yg anda lakukan, lebih banyak lagi kenikmatan yg akan anda tawarkan kepada pasangan anda. Tubuh yg aktif secara seksual, memberi zat kimia yg disebut feromon. Ini adalah aroma yg akan membuat lawan jenis anda tergila-gila (tak perlu gila! Eh salah…)

7. Seks adalah ‘obat penenang’ teraman di dunia. Konon, efektivitasnya 10 kali lebih baik ketimbang valium (tak perlu nostressa!)

8. Berciuman setiap hari juga akan membuat anda tak perlu sering-sering berkunjung ke dokter gigi. Berciuman membuat ludah mencuci bekas-bekas makanan dan mengurangi kadar asam yang mengakibatkan pembusukan, serta mencegah penumpukan plak (tak perlu listerin!)

9. Sakit kepala juga bisa dihilangkan oleh seks yg nikmat. Sesi-sesi percintaan akan melepas ketegangan yg menghalangi beredarnya darah di otak (tak perlu bodrex!)

10. Kegunaan seks yg terakhir adalah sebagai antihistamin. Seks akan membantu memerangi asma dan deman (tak perlu napacin!)

Silahkan anda buktikan sendiri…

2009…..2009…Sebuah Renungan…

Diambil dari www.jhodyap.wordpress.com
NeoSentra..

2009..2009 :

Sejak kita masih kecil, disadari atau tidak, kita telah belajar untuk menganggap bahwa diri kita adalah pusat perhatian. Sehingga segala hal yang kita lakukan cenderung memerlukan pujian maupun imbalan. Namun yang kemudian menjadi persoalan adalah ketika ternyata hal tersebut diharapkan hanya berjalan satu arah saja, yaitu kalau perbuatan baik maka pujilah dan ganjarlah, sebaliknya jika perbuatan buruk maka tolong jangan menghina dan maklumi sajalah. Pada gilirannya kita menjadi sangat bergantung pada pengertian dan pandangan orang lain.

Kita akan semakin kesulitan untuk menerima kritik dan menyikapi perbedaan persepsi. Kita menjadi intoleran sekaligus menuntut agar orang lain toleran kepada kita. Kita kehilangan kemampuan introspeksi diri dan malah mengembangkan kemampuan untuk melihat kesalahan pada orang lain dengan semakin peka lagi, dan kitapun menjadi hyper-sensitive. Kita semakin eksklusif dan tidak lagi mampu melihat selain diri kita sendiri yang menjadi hijab baru bagi evolusi spiritual kita.
Contohnya pad tanggal 20 September 2009 yang lalu atau yang bisa dinotasikan dengan 20092009, seolah saat itu ada yang mendorong kita bahwa harus ada yang spesial dan menarik yang terjadi, terutama menyangkut kehidupan kita. Sebagaimana juga terjadi pada tanggal 9 September 2009 yang lalu (090909/999), ketika di berbagai belahan dunia banyak sekali orang-tua yang memaksakan kelahiran anaknya agar bertepatan dengan momentum notasi 999 tersebut. Padahal, sesuatu yang spesial justru tidak terletak pada artifisialitas suatu peristiwa, melainkan ada di alamiahnya kejadian dan prosesnya. Kita bahkan telah menjadi sangat siap untuk memaksakan apa saja agar kita bisa selalu merasa spesial.

Persoalan yang sebenarnya tidak terletak pada menjadi spesial karena sesungguhnya tidak ada yang salah dengan menjadi spesial. Yang menjadi masalah adalah ketika kita menempatkan rasa itu pada pengakuan dari orang lain, dan ini adalah sesuatu yang kita pelajari sejak kanak-kanak. Ketika itu, kita selalu menjadi pusat perhatian, terutama saat kita bersedih atau terluka dan menangis. Tanpa disadari, kita tengah belajar untuk mendapatkan perhatian dari lingkungan, sehingga lambat-laun kitapun semakin kehilangan kemampuan untuk memberi perhatian.

Keinginan untuk menjadi spesial perlahan-lahan mulai tergantikan menjadi keinginan untuk menjadi korban (playing victim). Karena jalan inilah yang kita kenal sejak dahulu, yaitu mendapatkan perhatian orang lain karena kita bernasib malang dan sedang tidak beruntung. Bahkan kita pun sanggup untuk merekayasa situasi batin kita demi mencapai pemenuhan perhatian tersebut. Padahal, ketika kita menganggap bahwa kita adalah korban, sesungguhnya kitalah pelaku yang sebenarnya. Kitalah yang menempatkan diri kita sendiri di kursi penderitaan yang barangkali situasinya tidak separah keadaan sebenarnya, hanya semata-mata untuk menjadi pusat perhatian yang telah menjadi candu bagi kita, sambil menunggu siapapun datang memberikan pertolongan dan upaya penyelamatan.

Memang mudah sekali bagi siapapun untuk menempatkan dirinya sebagai korban dari segala-galanya seperti orang-tua, saudara, pasangan, lingkungan, bahkan Tuhannya. Namun secara bersamaan kita menjadi kesulitan untuk bisa melihat bahwa sebenarnya diri kita sendirilah yang berada dibalik semua persepsi yang timbul dari dalam diri. Kitalah penanggung-jawab sepenuhnya atas apa yang berlangsung di dalam batin kita, terlepas dari apapun yang tengah berlangsung di luar diri kita.

Oleh karena itu, berusahalah untuk selalu menyadari apa yang tengah berkecamuk di dalam diri kita agar kita tidak terkecoh dalam mengambil keputusan dan bertindak. Cobalah untuk bisa mengambil jarak antara gejolak kereta pikiran kita dengan kita yang sedang mengamati gejolak tersebut, karena kita bukanlah pikiran kita. Dan keluarlah dari paradigma sebagai korban dari keadaan hanya agar bisa mendapatkan perhatian orang lain dan menjadi spesial. Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan hati semua orang, dan lebih jauh lagi, bertanggung-jawablah atas diri kita sendiri dimana kepuasan yang hakiki akan muncul dan membuat kita spesial tidak dalam ukuran yang dibuat oleh kepala orang lain, melainkan spesial karena kita utuh dan penuh sebagai Manusia. Semoga kita semua akan bisa…

“NeoSentra”

CIPA, Penyakit yang tidak bisa Merasakan Sakit

From : http://health.detik.com/read/2009/09/29/080535/1210697/763/cipa-penyakit-yang-tak-bisa-merasakan-sakit
Selasa, 29/09/2009 08:05 WIB
CIPA, Penyakit yang Tak Bisa Merasakan Sakit

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto: health.howstuffworks)

Minnesota, Bagaimana rasanya jika kita tidak bisa merasakan sakit? Tertimpa batu, teriris pisau atau terkena api tidak terasa sakit sama sekali. Mungkin terdengar menyenangkan, tapi tidak untuk orang yang menderita penyakit CIPA (Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis).

Hanya sedikit orang yang tahu apa itu penyakit CIPA. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah Hereditary Sensory Neuropathies (HSN) adalah penyakit gangguan atau kemunduran sistem saraf yang mengakibatkan seseorang kehilangan rasa atau sensasi dari luar, terutama di bagian tangan dan kaki.

Penyakit ini sangat komplikasi, bersifat turunan, banyak tipenya dan sangat langka terjadi. Tapi yang pasti semua tipenya menyebabkan gejala yang hampir sama yaitu kehilangan fungsi saraf sensori dan respons kontrol terhadap sakit dan suhu. Akibatnya, seseorang tidak bisa bergerak secara spontan ketika badannya terkena rangsangan dari luar.

Seorang gadis asal Minnesota Amerika, Gabby Gingras adalah salah satu penderita CIPA. Meskipun ia bisa merasakan sentuhan, tapi otaknya tidak dapat menerima sinyal bahwa ia sedang kesakitan. Jadi jika kakinya patah atau menaruh tangannya di atas plat panas, ia tidak akan merasakan apa-apa.

“Tidak bisa merasakan sakit rasanya sangat tidak enak. Ketika saya bertanya pada Gabby, ‘apa yang kamu rasakan ketika jatuh dan terluka?’, ia menjawab ‘rasanya seperti ingin nangis tapi tidak bisa’,” ujar Dr. Peter Dyck at the Mayo Clinic seperti dikutip dari CNN, Selasa (29/9/2009).

Sebelumnya orang tua Gabby, Steve dan Trish Gingras mengetahui keganjilan yang dialami putrinya ketika umurnya 4 bulan. Gabby menggigiti jarinya sendiri sampai berdarah-darah tanpa menangis. Akhirnya pada usia 2 tahun, giginya terpaksa dicabut agar tidak melukai dirinya sendiri lagi.

Keanehan lain yang ditemukan orangtua Gabby yaitu ketika Gabby mengoleskan gel ke kornea matanya. Gel yang dioleskan Gabby bisa mengakibatkan rasa gatal dan jika terus-terusan digosok tanpa rasa sakit bisa menyebabkan kedua matanya rusak. Gabby pun terpaksa harus menggunakan alat bantu penglihatan karena matanya rusak.

Di sekolahnya, Gabby selalu diikuti dan dijaga oleh asisten pribadi yang akan membantunya jika terjadi luka serius. Orang tua Gabby pun berusaha memantau segala tindakan yang bisa membahayakan Gabby lewat monitor yang dipasang di kelas dan rumah.

“Kami juga membuat website khusus untuk orang tua yang memiliki penyakit seperti Gabby. Kami butuh orang-orang untuk berbagi, memberikan informasi dan saling menasihati,” ujar Steve.

Sudahkah Dapat PPh Pasal 21 DTP?

Diambil dari : http://economy.okezone.com/read/2009/08/18/322/248923/sudahkah-dapat-pph-pasal-21-dtp

Sudahkah Dapat PPh Pasal 21 DTP?
Selasa, 18 Agustus 2009 – 11:22 wib

Afdal Zikri Mawardi

TAX CONSULTANT

TAX CONSULTANT

Pertanyaan:

Kami mendapatkan informasi dari media elektronik bahwa pemerintah akan mengembalikan pajak karyawan yang bekerja di sektor usaha tertentu. Apakah informasi tersebut benar adanya? Jika ya, apakah karyawan-karyawan pada perusahaan kami juga dapat menikmati pengembalian tersebut?

Sebagai informasi, kami merupakan perusahaan pabrikasi perlengkapan kendaraan bermotor. Mohon penjelasannya, terima kasih.

Salam,
Defrizal, Cikarang

Jawaban:

Pak Defrizal, informasi yang Anda peroleh dari media elektronik tersebut adalah benar adanya. Pemerintah dalam rangka mengurangi dampak krisis keuangan global meluncurkan suatu kebijakan yang disebut stimulus fiskal. Tujuannya untuk membantu para pekerja (sesuai kriteria tertentu) dengan cara para pekerja ini tidak perlu membayar pajak yang telah dipotong oleh perusahaan serta sejumlah dana pajak yang harusnya dibayar oleh karyawan bersangkutan dikembalikan dalam bentuk cash.

Berdasarkan informasi dari pihak berkompeten, stimulus fiskal ini diperkirakan bernilai Rp6,5 trilliun. Tentu saja ini jumlah yang sangat besar bila dimanfaatkan secara optimal oleh para karyawan yang memenuhi syarat melalui perusahaan tempatnya bekerja.

Stimulus fiskal yang dijalankan oleh pemerintah ini disebut dengan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (PPh Pasal 21 DTP). Fasilitas ini berlaku sejak Februari 2009 hingga November 2009 dan dilaporkan paling lambat pada tanggal 20 Desember 2009. Fasilitas PPh Pasal 21 DTP ini menggugurkan kewajiban perusahaan sebagai pemotong pajak untuk menyetorkan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan karyawannya ke kas negara.

Pemberian PPh Pasal 21 DTP ini bersifat terbatas, yakni hanya ditujukan untuk para karyawan yang mempunyai kriteria secara akumulatif:

1. Berpenghasilan bruto tidak lebih dari Rp5 juta sebulan;
2. Bekerja pada perusahaan yang bergerak di sektor usaha tertentu, yaitu: pertanian (termasuk perkebunan dan peternakan, perburuan, dan kehutanan), perikanan, dan industri pengolahan. Jenis-jenis usaha yang termasuk 3 (tiga) kelompok usaha ini disebutkan secara rinci dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.03/2009;
3. Khusus untuk bulan Februari 2009 sampai bulan Juni 2009, semua karyawan yang berpenghasilan kurang dari Rp5 juta sebulan (termasuk yang tidak punya NPWP) mendapat fasilitas ini. Khusus untuk karyawan yang tidak punya NPWP, kenaikan tarif 20% dari seharusnya PPh Pasal 21 karyawannya tetap dipotong oleh perusahaan dan disetorkan ke negara.

Untuk bulan Juli 2009 sampai bulan November 2009, hanya karyawan yang mempunyai NPWP dan berpenghasilan kurang dari Rp5 juta sebulan saja yang mendapat fasilitas PPh Pasal 21 DTP ini.

Untuk menentukan apakah perusahaan Anda memperoleh fasilitas PPh Pasal 21 DTP atau tidak, harus mengacu pada Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) perusahaan tempat Anda bekerja. KLU ini terakhir diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-34/PJ/2003. Bila KLU perusahaan Anda bernomor awal 01 dan 02 (untuk golongan pokok Pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan), nomor 05 (golongan pokok Perikanan), dan nomor 15 s/d 37 (untuk golongan pokok Industri Pengolahan); maka sudah dapat dipastikan perusahaan Anda memperoleh fasilitas PPh Pasal 21 DTP ini. Misalnya KLU perusahaan Anda adalah 34100, dimana angka awal KLU adalah 34 (termasuk golongan pokok Industri Pengolahan) maka silakan Anda mempergunakan haknya mendapat fasilitas PPh Pasal 21 DTP melalui perusahaan tempat Anda bekerja.

Contoh KLU
34100 Industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan atau perakitan kendaraan bermotor untuk penumpang atau barang, seperti: sedan, jip, truk, pikap, bus, dan stasion wagon. Termasuk pembuatan kendaraan untuk keperluan khusus, seperti: mobil pemadam kebakaran, mobil toko, mobil penyapu jalan, ambulans, dan sejenisnya.

Perlu diperhatikan juga bahwa karyawan yang mendapat fasilitas stimulus fiskal PPh Pasal 21 DTP ini tidak hanya karyawan yang bekerja pada sektor usaha tertentu saja (kode KLU-nya berawalan 01, 02, 15 sd 37), tapi juga termasuk:

1. Karyawan di cabang perusahaan yang berusaha pada kategori usaha tertentu;
2. Karyawan perusahaan outsourcing yang ditempatkan pada perusahaan pemberi kerja yang berusaha pada kategori usaha tertentu, dan;
3. Karyawan pada perusahaan maklon yang pekerjaan pengolahannya memenuhi kategori usaha industri pengolahan.

Contoh perhitungan PPh Pasal 21 DTP:
a. Gross Income (maksimal) = Rp5.000.000.
b. Dikurangi Biaya Jabatan 5% = (Rp250.000.
c. Dikurangi Iuran Pensiun = (Rp25.000.
d. Penghasilan Netto sebulan = Rp4.725.000.
e. Penghasilan Netto setahun = Rp56.700.000.
f. Dikurangi PTKP (Tidak Kawin/TK) = (Rp15.840.000).
g. Penghasilan Kena Pajak = Rp40.860.000.
h. PPh Pasal 21 terutang setahun = Rp2.043.000.
i. PPh Pasal 21 terutang sebulan = 1/12 x Rp2.043.000 = Rp170.250,-*)

*) Tambahan penghasilan yang akan diterima pekerja yang memperoleh fasilitas PPh Pasal 21 DTP ini maksimal sebesar Rp171.500/bulan untuk pekerja dengan status Tidak Kawin/TK.

Terkait dengan fasilitas PPh Pasal 21 DTP ini, perusahaan tempat karyawan yang memenuhi kriteria bekerja (termasuk cabang perusahaan, perusahaan outsourcing dan perusahaan maklon yang memenuhi persyaratan) berkewajiban untuk:

1. Membayarkan secara tunai PPh Pasal 21 DTP kepada pekerjanya pada saat terjadinya pembayaran penghasilan, termasuk dalam hal Perusahaan menunjang atau menanggung PPh Pasal 21 karyawan;
2. Menyampaikan realisasi pembayaran PPh Pasal 21 DTP kepada Kepala KPP dengan menggunakan formulir sesuai Lampiran II PER-22/PJ./2009;
3. Menyampaikan daftar pekerja yang telah menerima PPh Pasal 21 DTP dalam bentuk kertas/media elektronik, jika jumlah pekerja yang menerima PPh Pasal 21 DTP tidak lebih dari 30 orang. Sedangkan jika lebih dari 30 orang, daftar pekerja disampaikan dalam bentuk media elektronik dan formulir realisasi pembayaran PPh Pasal 21 DTP dibubuhi cap/tulisan “DAFTAR PEKERJA YANG TELAH MENERIMA PPh PASAL 21 DITANGGUNG PEMERINTAH ADALAH SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM MEDIA ELEKTRONIK YANG TIDAK TERPISAHKAN DARI FORMULIR INI”;
4. Membuat SSP yang dibubuhi cap/tulisan “PPh PASAL 21 DITANGGUNG PEMERINTAH EKS PMK NOMOR 43/PMK.03/2009″;
5. Menyampaikan surat pemberitahuan sesuai lampiran I dari SE-64/PJ/2009 ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) tempat perusahaan terdaftar dan melampirkannya dengan surat pernyataan dari perusahaan tempat tenaga kerja tersebut ditempatkan sesuai lampiran 2 dari SE-64/PJ/2009 (khusus bagi perusahaan outsourcing);
6. Menyampaikan surat pernyataan mengenai pekerjaan pengolahan barang berdasarkan pesanan sesuai lampiran 3 dari SE-64/PJ/2009 kepada KPP tempat perusahaan maklon terdaftar (bagi perusahaan maklon yang pekerjaan pengolahannya memenuhi kategori usaha industri pengolahan); dan
7. Membuat dan memberikan bukti potong PPh Pasal 21 DTP kepada seluruh pekerja yang memenuhi syarat untuk mendapat fasilitas PPh Pasal 21 DTP.

Dokumen sesuai angka 2 sampai angka 6 dilampirkan pada SPT Masa PPh Pasal 21 saat dilaksanakannya pemberian PPh Pasal 21 DTP.

Bagaimana bila sampai sekarang perusahaan belum menerapkan PPh Pasal 21 DTP ini? Nah, jika perusahaan, kantor cabang, perusahaan outsourcing, dan perusahaan maklon yang pekerjaan pengolahannya memenuhi kategori usaha industri pengolahan belum memanfaatkan fasilitas PPh Pasal 21 DTP ini maka satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk tetap dapat menikmati fasilitas yang ada adalah dengan melaksanakan pembetulan Surat Pemberitahuan Masa Pasal 21 bulan terkait.

Pemerintah telah melempar bola stimulus fiskal berupa fasilitas PPh Pasal 21 DTP yang dipercayakan kepada perusahaan tertentu untuk mengeksekusinya. Karyawan ataupun serikat pekerja dalam hal ini haruslah aktif untuk meminta haknya dipenuhi kepada perusahaan terkait. Sebaik apapun program stimulus fiskal ini (tanpa kemauan aktif perusahaan untuk melaksanakan dan dorongan dari karyawan/pekerja/serikat pekerja untuk meminta haknya pada perusahaan tempatnya bekerja) maka stimulus fiskal ini akan sia-sia saja dan tidak akan termanfaatkan danaya hingga berakhirnya waktu pemberian fasilitas ini yakni terakhir 31 Desember 2009. Jadi dihitung sejak tulisan ini dibuat, masih ada kesempatan bagi pekerja untuk memanfaatkan fasilitas ini sekitar lima bulan lagi.

Untuk detail dari kebijakan stimulus fiskal di atas Pak Defrizal bisa mengacu pada: Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.03/2009 yang telah diubah dengan Nomor 49/PMK.03/2009, Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-22/PJ/2009 yang telah diubah dengan PER-26/PJ/2009, Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-64/PJ/2009, dan Keputusan Direktur Jenderal Pajak KEP-34/PJ/2003 untuk mengecek kode KLU.

Afdal Zikri Mawardi, Partner
Konsultan Pajak MUC Consulting Group
Email: afdalzikri@mucglobal.com
Web: www.mucglobal.com
Blog: http://afdalzikri.wordpress.com

Eks Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Ritel

Eks Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Ritel
Selasa, 8 September 2009 – 12:14 wib

Diambil dari : http://economy.okezone.com/read/2009/09/08/22/255513/eks-sopir-yang-sukses-jadi-pengusaha-ritel

Mukesh Jagtiani (Foto: The Times)

RITEL MASTER IN THE WORLD

RITEL MASTER IN THE WORLD

Mukesh “Micky” Jagtiani dikenal sebagai salah satu pengusaha ritel dunia. Dari imperium bisnisnya di bawah bendera Landmark Group, pundi-pundi kekayaannya ditaksir mencapai USD2,5 miliar (Rp25 triliun).

Kisah hidup Jagtiani tidak dilewati dengan mudah. Banyak hambatan dan rintangan yang mesti dia tempuh. Bahkan dia berkali-kali harus mengalami kegagalan dan kejatuhan. Di masa muda Jagtiani tergolong anak nakal. Pada usia 17 tahun dia gagal menyelesaikan pendidikannya di sekolah akuntansi di London.

Biaya kuliah yang diberikan keluarganya malah dihabiskan untuk mabuk-mabukan dan merokok. Malu kembali ke Kuwait, tempat keluarga besarnya tinggal setelah emigrasi dari India, dia mencoba bertahan hidup di London. Jagtiani rela menjadi sopir taksi dan rela tidur di mana saja. Saat hendak memutuskan untuk kembali ke Teluk, tragedi menghampirinya silih berganti.

Saudara laki-laki tertuanya, Mahesh, meninggal karena leukemia. Ayahnya menyusul meninggalkannya untuk selamanya karena diabetes beberapa bulan kemudian. Belum reda air mata, menyusul ibunya meninggal karena kanker. Saat itu Jagtiani baru berusia 21 tahun. “Saya menjadi yatim piatu,” ungkap Jagtiani mengenang.

Tak ada keluarga, pekerjaan, dan pendidikan mendorong Jagtiani kembali ke negara asalnya, India. Di negara asal nenek moyangnya itu Jagtiani mendapat dana warisan keluarganya sebesar USD6.000. Berbekal uang tersebut dia pergi ke Bahrain dan membuka toko pertamanya. Toko tersebut awalnya disewa oleh saudara laki-lakinya sebelum meninggal. Sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi alias baby shop adalah toko pertama yang dibuka Jagtiani pada 1973, atau setelah tragedi terus menjenguknya.

Toko tersebut menyediakan kebutuhan bayi para keluarga ekspatriat yang waktu itu membanjiri Afrika Selatan. Karena belum memiliki staf, Jagtiani mengerjakan semua operasional toko sendiri. Berbelanja, melayani, hingga mengepel toko lantai dilakukannya sendiri. “Saya benar-benar memulainya dari nol,” tutur Jagtiani.

Dia mengaku tak pernah meninggalkan pekerjaan kasar, bahkan hingga dia mampu menabung. Tak dinyana, dari sebuah baby shop kecil tersebut, suami dari Renuka Jagtiani dan ayah dari tiga anak itu kini menjelma menjadi seorang miliarder bisnis ritel dunia di bawah bendera Landmark Group yang berbasis di Dubai.

Lebih dari 840 toko kini telah dimilikinya dan tersebar di 10 negara, seperti di negara-negara Teluk, India, Spanyol dan China. Imperium bisnisnya bahkan bakal semakin tumbuh besar seiring rencana-rencana ke depan. Dikabarkan, Jagtiani berencana mengakuisisi aset bisnis ritel di Inggris dan Amerika.

Beberapa perusahaan ritel yang hendak dibelinya adalah Primark, New Look, dan Abercrombie & Fitch. Zara, Pull and Bear, serta Saks and Bloomingdales juga menarik minatnya.

Berkat kesuksesannya itu Jagtiani pun sempat mendapat beberapa penghargaan. Pada 2007 dia meraih penghargaan Retail Personality of The Year dalam penghargaan tahunan ritel di Timur Tengah.

Sukses tersebut membuat Jagtiani mendapat respek luar biasa di Dubai. Dia menjadi warga kehormatan di Dubai. “Tak seorang pun berani membuka mal di Dubai tanpa terlebih dulu meminta pendapat Micky. Ini karena semua menaruh hormat padanya,” kata sumber dekat keluarga kerajaan.(Koran SI/Koran SI/jri)

Mencari Uang Di Facebook !

MENCARI UANG DI FACEBOOK ???

Mencari Uang Lewat Facebook.com

BERBISNIS di FACEBOOK? Program ini masih tergolong baru, maka dari itu mumpung masih anget silahkan anda coba…!! Cara Berbisnis di Facebook.com adalah…..

Pertama anda harus mempunyai account facebook terlebih dahulu. Jika belum punya silahkan anda daftar di facebook.com. kemudian silakan anda login dengan account facebook anda.

Setelah itu ketik atau copy paste alamat berikut di browser kamu :

http://apps.facebook.com/bagi-bagi/index.php?fuid=1516076652

( Pastikan anda sudah masuk account facebook anda sebelum membuka halaman di atas )

Setelah anda masuk halaman tersebut, maka akan muncul halaman seperti ini :

(Lihat gambar attachment)

Setelah nampak halaman seperti diatas, cobalah anda isi pertanyaan tersebut satu per satu. Jika anda kesulitan, kunci jawaban terdapat pada link yang di sediakan. Yang perlu di ketahui adalah jumlah pertanyaan tergantung dari jumlah pengiklan, sehingga kita harus rajin rajin melihat halaman tersebut.

Untuk menabah pendapatan, ajak semua teman – teman anda yang ada di facebook untuk bermain bersama di program ini. Dengan menggunakan link referal yang sudah saya beri tanda merah. Jika teman – teman anda bergabung dengan link anda tersebut, maka pendapatan anda juga akan bertambah.

Berapa dan Bagaimana caranya mendapatkan komisi dari program Facebook ini….?

1. Setiap jawaban yang benar anda akan mendapatkan Rp. 150,-
2. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat anda (downline 1), anda akan mendapat Rp. 60,-
3. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat downline 1 anda (downline 2), anda akan mendapat Rp. 50,-
4.
Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat downline 2 anda (downline 3), anda akan mendapat Rp. 40,-

Tips agar cepat menghasilkan uang di Facebook.com

1. Dengan rutin mengunjungi halaman applikasi ini untuk menjawa pertanyaan – pertanyaan baru.
2. Mengajak teman sebanyak – banyaknya untuk bermain bersama.
3. Pasang link referal khusus anda dan perhatikan jam ramai – ramainya teman anda online.
4. Bisa lewat pesan SMS atau kirim email ke teman anda.

Nah, anda bisa mencairkan uang dari hasil kerja keras anda jika sudah mencapai minimal Rp.10.000 yang dikirim ke rekening bank yang sudah anda daftarkan di menu MyAccount.

Selamat mencoba dengan mengeklik link di bawah ini

http://apps.facebook.com/bagi-bagi/index.php?fuid=1516076652

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1 other follower

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.